PENYAKIT PADA TANAMAN PISANG
Tanaman pisang (Musa sp.) merupakan tanaman yang banyak
dibudidaya oleh masyarakat Indonesia. Kendala yang sering ditemui dan sangat
merugikan dalam budidaya tanaman pisang ini apabila terserang penyakit.
Penyebab penyakit pada pisang ini ada 2 yakni:
1. Penyakit
Layu Fusarium (Penyakit Panama)
Penyakit
ini sangat mematikan dan merugikan petani, serta menyebar ke berbagai daerah di
Indonesia bahkan dunia seperti Amerika, Amerika Latin, Australia, Asia, hingga
Afrika. Karena penyakit batang pisang ini merupakan penyakit endemik. Apabila
jamur penyakit ini menyerang, maka sudah tidak ada harapan bagi petani untuk
dapat panen pisang.
Gejala
penyakit Layu Fusarium pada pohon pisang bisa dilihat dari daun ketiga dan
keempat yang berwarna kuning. Batang pohon berwarna cokelat, tapi bagian
terdalamnya tetap putih. Karena pelepahnya sudah mati, maka otomatis pohon
tidak bisa menghasilkan buah lagi. Tak butuh waktu lama, segera mati. Pencoklatan
pada jaringan pembuluh. Infeksi penyakit layu fusarium terjadi melalui
penetrasi pada akar tanaman pisang. Gejala internal ditandai dengan pencoklatan
jaringan pembuluh, diawali dengan penguningan jaringan pembuluh di akar dan
bonggol. Selanjutnya berubah warna menjadi merah atau cokelat pada pembuluh
vaskular pada pseudostem dan
terkadang pada tangkai tandan.
|
Gambar
1. Gejala pada Anakan
|
Gambar
2. Gejala pada Batang
|
|
Gambar
3. Gejala pada Bunga
|
Gambar
4. Gejala pada Buah
|
2. Penyakit
Layu Bakteri (Penyakit Muntaber)
Tanaman
yang terserang memperlihatkan gejala kuning daun dan layu. Gejala luar
diprlihatkan dengan terjadinya pengeringan pada bunga jantan. Serangan yang
parah mengakibatkan batang semu berwarna cokelat dan membusuk. Kerusakan
terutama terjadi pada Pisang Kepok yang ditandai oleh pembusukan daging buah,
sehingga daging buah busuk cokelat kemerahan seperti darah.
|
Gambar
5. Gejala pada Daun
|
Gambar
6. Gejala pada Bunga
|
CARA
PENGENDALIAN
OPIS
(Obat Pisang) merupakan cairan ekstrak nabati dari daun, tangkai, dan bunga
cengkeh yang ditemukan oleh Dr. Juniawan. Berdasarkan hasil uji GCMS, cairan
ekstrak nabati OPIS mengandung eugenol, trans-Caryophyllene, beta Selinene,
Trihydroxybenzene, Phenol 2- methoxy-4 (2-propenyl),
sedikit Neophytadiene dan Palmitic acid. Bahan baku cairan
ekstrak nabati ini cukup potensial terutama digunakan untuk pengendalian jamur
patogen tanah antara lain:
1. Pytophthora
capsici
2. Rigidoporus
lignosus
3. Sclerotium
rolfsii
4. Fusarium
oxysporum
Gambar
7. Obat Pisang (OPIS)
Obat
Pisang (OPIS) dapat diperoleh di outlet Landbouw Mart Ketindan di Jl. Ketindan
No. 1 Lawang, Kab. Malang, Jawa Timur atau dapat melalui online shop
Bukalapak dan Shoppee Landbouw Mart Ketindan. Setelah dicoba selama 3 tahun di
tingkat lapang (in vivo), diketahui bahwa formula obat pisang (OPIS) ini
mampu mengendalikan penyakit busuk batang pisang dengan beberapa teknik
pengendalian sebagai berikut:
1. Infus
Akar
Prinsip
kerjanya mengikuti proses fisiologis tanaman yaitu translokasi, khususnya dalam
membawa air dan unsur hara ke bagian atas tubuh tanaman melalui jaringan
vaskuler pada batang semu. Langkah kerja:
a. Carilah
akar pisang yang masih muda (warnanya cokelat muda).
b. Posisi
akar harus miring membentuk sudut 450, bisa dibantu dengan kayu
berbentuk siku.
c. Bagian
ujung akar lalu disayat miring dengan pisau kecil yang steril untuk memperluas
bidang permukaan akar.
d. Siapkan
plastik es mambo warna putih kapasitas 25 ml.
e. Masukkan
akar hingga ujungnya menyentuh bagian dasar plastik.
f. Ikat
bagian atas secara hati-hati dengan tali rafia.
g. Suntikkan
larutan ekstrak dengan sped secara perlahan dari bagian atas plastik dengan
dosis 10 ml.
h. Selanjutnya
ditutup dengan tanah gembur atau seresah daun hingga penutupan 90%.
i. Periksa
setiap 2 hari sekali untuk mengetahui keadaan larutan.
j. Apabila
dalam tempo 4 hari larutan belum habis terserap, maka carilah akar lain dengan
cara dan syarat yang sama seperti di poin (a). Aplikasi kedua dan seterusnya
dapat tetap pada akar yang sama, hanya perlu disayat ulang saja.
Gambar 7. Infus
Akar
2. Injeksi
Batang
Prinsip kerjanya mengikuti proses
fisiologis tanaman dalam mentranslokasikan air dan unsur hara ke bagian atas
tubuh tanaman. Bergeraknya larutan bersama air dan unsur hara ke bagian paling
ujung yakni pucuk atau buahnya. Langkah kerja adalah sebagai berikut:
a. Cairan
ekstrak nabati OPIS yang telah disiapkan disedot dengan sped plastik kapasitas
10 ml.
b. Injeksi
pada bagian pangkal batang semu dengan posisi miring membentuk sudut 450.
c. Jarum
injeksi diarahkan ke bagian tengah batang semu.
d. Tanaman
dengan tinggi 1 m diinjeksi pada pangkal, bila tanaman mencapai 1,5 m atau
lebih, maka diinjeksi di 2 tempat yakni pada pangkal batang dan bagian tenagh
batang.
e. Setelah
disuntikkan, tarik sped secara perlahan agar larutan tidak keluar.
|
Gambar 8. Injeksi Batang
|
Gambar 9. Injeksi Batang
|
3. Perendaman
Bibit
Tekniknya
dengan merendam bibit yang masih dalam polybag atau tanpa polybag selama
sekitar 15 menit dalam larutan cairan ekstrak nabati OPIS. Sterilitas dapat
diperoleh melalui hisapan akar terhadap larutan ekstrak nabati OPIS lalu
ditranslokasi ke seluruh bagian tubuhnya. Sedangkan dengan merendam tanah yang
menjadi media tumbuhnya akan menjadikan tanah tersebut steril patogen.
Gambar 10.
Perendaman Bibit
Whatsapp : 089 601 287 484
Instagram : @landbouwmart_ketindan











Mantapp bukk
ReplyDelete